RSS

Tentang Mu, Tentang Aku, Tentang Kita (1)

09 Jun

Tentang Mu (kukutip dari catatan nya)

Tak tahu harus ku mulai dari mana..?!?! mungkin saat ku mulai labil, belajar untuk memaksa diri agar mampu bertahan di masa depan.. indah,, itulah saat aku mengetahui apa itu cinta, cinta pada dirinya.. Nyata dan bahagia.. keyakinan akan rasa sayank yang kita miliki.. seperti kata musisi, cemburu dan bungah, katanya..

aku mantapkan hati untuk memilikinya,, semua ku rancang agar menjadi sebuah cerita yang indah, bukan seperti reality show yang ada.. lebih dari itu aku menuruti hasrat dirinya agar mengunci hatinya hanya untukku..

tapi.. disaat itu terjadi, ada saat dimana hatiku seolah berhenti, dimana dunia seperti musim gugur, cukup sampai disini ungkapnya.. tak ada yang mampu aku ucapkan, sejenak aku membisu..

namun dalam hati aku bertanya kenapa..?? entahlah, banyak sekali alibi yang ceritanya berpengaruh.. tapi mungkin satu inti dari semuanya.. ” aku sudah tidak menyayangimu lagi ” .. mungkin itu, tapi kata itu tak terucap.. yang justru membuat aku semakin yakin dengan hal itu..

air mata ku pun terurai, bercampur rasa kecewa yang sangat kurasakan,, kesedihan yang memelukku.. namun akhirnya aku sadar bahwa selama ini yang ku bangun bukanlah kebahagiaan, melainkan rasa sakit yang terurai.. dalam hatiku menjawab, baiklah semua ini terjadi..

karena aku, tentang aku yang tak bisa disiplin dengan sikap ku yang membuat perasaan hancur.. ku coba memahami

1 kekecewaan yang tak mungkin ku persalahkan sepenuhnya..

1 rasa sakit yang bahkan, akan ada jika aku masih ada..

1 hal yang akhirnya aku tahu.. bahwa kejujuran akan berguna jika pada porsinya..

kini semuanya kuserahkan pada Nya.. dan mungkin lewat perantara waktu, semua ini akan terjawab, akan menjadi sejarah yang terlewat, atau menjadi tanaman yang akan tumbuh, berbunga dan menghiasi dunia esok hari..

Tentang Ku (ini tentang isi hatiku dan kekecewaanku padanya)

indah,, tenang,,  semua perasaan bahagia.. itulah yang kurasakan saat ku mulai mengenalmu lebih dekat.. tak pernah terfikir sebelumnya ku akan melalui perjalanan ini bersama mu.. awal kedekatan kita,, semua berjalan apa adanya,, tanpa terencana sedikitpun..

saat itu,, kau tahu aku terluka.. luka yang mampu membuatku menutup hati ini dari apa yang orang bilang cinta.. namun kau mampu,, membuat aku membuka hati ini,, hingga aku meminta mu untuk mengunci hati ini agar tak ada lagi yang bisa memasukinya.. kumulai perjalanan hati yang masih belum sembuh dari luka lama ku.. luka lama yang masih menyimpan rasa sakit dan kekecewaan yang teramat dalam kurasakan.. kucoba untuk mulai mencintai lagi,, meski kuakui saat itu aku takut untuk mengenal cinta lagi..

waktu berlalu,, kau buat aku merasa aman bersamamu.. sedikit demi sedikit kau obati hati ini.. awal perjalanan kita,, menjadi awal yang indah untukku,, karena saat itu kurasakan bahwa kau akan mampu mengobati luka hati ini..

bulan pun berlalu, tahun pun berganti.. kau pun mulai berubah karena kesibukanmu.. dan aku pun mulai mengenal apa yang dinamakan kesabaran.. aku bertahan dengan sikapmu.. lama waktu berlalu,, aku pun ungkapkan bahwa aku membutuhkan perhatian dari mu,, meski ku tahu kau cukup sibuk,, namun aku hanya meminta sedikit waktu diantara kesibukan mu itu untukku.. kau pun berubah memperhatikan ku,, tapi tak bertahan lama bahkan tak sampai sepekan,, kau kembali lagi pada sikap mu yang acuh padaku.. beberapa kali hal itu terulang,, aku masih mampu bertahan..

menjelang satu tahun perjalanan kita,, kau ungkapkan satu hal.. tentang mu dengan nya.. saat itu tak terfikir olehku bahwa hal itu akan menjadi bumerang untukku.. menjadi bom waktu yang aku pun tak tahu kapan akan meledak dan menghancurkan ku untuk kedua kalinya.. saat itu aku masih bisa bersikap biasa..

tahun kedua,, kau tunjukkan keseriusan mu menjalin kisah ini,, kau datang bersama ibu mu.. namun bukan hanya itu,, pertengahan tahun pun,, kau ungkapkan lagi satu hal.. tentang mu dengan nya,, orang yang berbeda dengan sebelumnya..

saat awal kau berbicara tentangnya,, aku merasakan kegundahan, kegelisahan, dan ketakutan yang tak beralasan.. tak ku ungkap saat itu.. namun yang pasti itu menjadi pemicu,, meledaknya bom waktu yang ada dihati ini.. dan hasilnya benar apa yang kurasakan,, kau lukai aku,, kau sakiti aku.. seperti ia yang dulu menyakitiku.. luka yang belum sepenuhnya kering itu pun terbuka lagi,, berdarah lagi..

aku terluka,, kenyataan itu terlalu menyakitkan ku.. selama beberapa waktu aku bertahan,, aku coba untuk mengerti dan memahami situasi ini.. kau pun berusaha menahan aku..

aku bertahan selama beberapa waktu.. namun yang kurasakan hanyalah perasaan gelisah,, perasaan sakit yang ingin kukubur namun tak pernah bisa,, karena terlalu sakit.. hingga akupun tak sanggup lagi..

badai kini menerpa kapal yang kita tumpangi,, dan kapal itu pun kini karam tanpa sempat berlabuh.. karam bersama aku.. tenggelam dan hancur dalam badai..

kau beri aku pilihan.. meraih tangan mu,, atau tenggelam.. dan akhirnya kuputuskan untuk tenggelam.. agar ku hancur tanpa ada yang tersisa lagi.. agar luka ini tak pernah kurasakan lagi..

terlalu dalam luka yang kau torehkan.. terlalu dalam rasa kecewa yang kurasakan.. kau yang ku yakin mampu menyembuhkan luka hati ini ternyata justru menabur garam diatasnya.. membuat aku hancur untuk kedua kalinya..

perjalanan ini pun berakhir.. ku tahu,, kau terluka karena keputusan ku ini,, karena aku pun merasakan luka yang sama.. tak bisa kupungkiri aku masih menyayangimu,, namun entah sampai kapan rasa sayang itu mampu bertahan.. aku pun tak tahu..

Tentang Kita (lembaran baru yang aku dan dirinya jalani)

kini kita berubah.. kembali ke masa disaat kita masih dibangku sekolah.. keputusanku tak kan membuat kita menjadi orang asing.. dan aku berharap keputusan ku ini pun bisa membuat ku sedikit demi sedikit melupakan rasa kecewa dan sakit ku ini..

kita jalani lembaran baru.. dengan tak melupakan kisah perjalanan kita..

aku yang tenggelam ternyata terselamatkan arus,, berlabuh pada satu pulau,, dan memulai lembaran baru lagi dalam hidupku.. menemukan sosok yang kini ada bersamaku,, menemani perjalananku.. dan mencoba untuk sembuhkan luka ku.. karena ia pun tenggelam dalam badai dengan kapal yang berbeda,, dan ternyata berlabuh dipulau yang sama dengan ku dan memiliki luka yang tak jauh berbeda dengan ku..

namun aku tak tahu.. kau akan berlabuh dimana.. apakah kita akan bertemu dipulau yang sama atau kah arus akan membawamu ke pulau yang lain,, yang memiliki kisah berbeda dengan ku.. hanya Ia yang tahu.. tetapi jika kau berlabuh dipulau yang sama denganku.. kita tetap akan berdampingan sebagai saudara seiman karena saat itu,, aku dan dirinya telah bersama..

sepenggal kisah dan kenangan antara kita akan tetap melekat dihati ini dan akan menjadi cerita dalam perjalanan kisahku dan dirimu.. aku menyayangimu sebagai sahabat terbaik yang pernah kupunya dalam perjalanan kita.. sebagai saudara seiman yang akan terus saling mengingatkan dalam ukhuwah islam..

 

~bersambung~

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 9, 2011 in ...my diary...

 

One response to “Tentang Mu, Tentang Aku, Tentang Kita (1)

  1. gadisbersampul

    Juni 13, 2011 at 3:23 pm

    terharu, baca cerita kalian. jika memang tidak ada rasa sayang diantara kamu (dengan yang dahulu) ya memang lebih baik jangan diteruskan, karna percuma, bakal awet rajet kalau kata orang sunda. semoga dengan pasangan kamu yang baru, kalian hidup bahagia.😀

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: